OTA-JOTI MAROS, PRAMUKA BELAJAR JURNALISTIK

MAROS — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros menggelar pelatihan jurnalistik dan reportase dalam rangka kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI), Jumat (16/10/2026), di halaman Sekretariat Kwarcab Maros.Kegiatan ini diikuti 60 peserta, terdiri atas 30 putra dan 30 putri yang mewakili 13 kwartir ranting se-Kabupaten Maros. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan anggota Pramuka dalam bidang jurnalistik, reportase, serta publikasi kegiatan kepramukaan.Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarcab Maros, Kak Murnawati. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan JOTA-JOTI dapat mendorong lahirnya generasi Pramuka yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media komunikasi.“Para peserta juga diharapkan mampu menjadi penyampai informasi positif yang menginspirasi masyarakat, sekaligus memperkenalkan berbagai kegiatan dan prestasi Gerakan Pramuka kepada khalayak luas,” ujarnya.Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi jurnalistik oleh Wakil Ketua Bidang Humas dan Informasi Kwarcab Maros, Kak Jumadi. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia jurnalistik, ia memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar jurnalistik dan pentingnya penerapan kode etik dalam pemberitaan.Dalam pemaparannya, Kak Jumadi memperkenalkan 11 poin Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, serta bertanggung jawab.“Melalui materi ini, peserta diajak memahami pentingnya ketelitian dalam menyusun berita, memeriksa kebenaran informasi, menghormati narasumber, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” kata Kak Jumadi.Selanjutnya, peserta menerima materi reportase yang dibawakan oleh anggota Bidang Humas dan Informasi Kwarcab Maros, Kak Muhammad Bakri, yang juga berprofesi sebagai wartawan CNN.Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada keterampilan dasar peliputan dan penyajian informasi agar menarik serta mudah dipahami masyarakat. Kak Bakri juga menjelaskan perbedaan antara produk jurnalistik dan konten kreator, terutama dalam hal proses pengumpulan informasi, verifikasi, dan tanggung jawab terhadap konten yang dipublikasikan.“Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kreativitas di bidang komunikasi dan publikasi,” ujar Kak Bakri.Melalui pelatihan ini, anggota Pramuka Maros diharapkan mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik dan reportase serta berkontribusi dalam mendokumentasikan dan memublikasikan berbagai kegiatan kepramukaan secara informatif, akurat, dan profesional.
Penulis: Dwi Sandra Kirana



