PRAMUKA MADRASAH MAROS UNJUK AKSI DI KPMP SULSEL

GOWA,PRAMUKAMAROS.OR.ID — Bukan sekadar berkemah. Puluhan perwakilan Pramuka madrasah Kabupaten Maros membawa semangat persaudaraan, keterampilan dan pembentukan karakter dalam Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan (KPMP) 2026 di Bumi Perkemahan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang berlangsung 2 – 5 September 2026 itu menjadi ajang berkumpulnya Pramuka madrasah dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Kontingen Maros tampil membawa nama lima madrasah, yakni MA Al Irsyad Biringkaloro, MA DDI Cambalagi, MTsN 1 Maros, MTsN 2 Maros, dan MTs DDI Cambalagi.
Kehadiran mereka tidak hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka di lingkungan madrasah.
Di tengah aktivitas perkemahan, para peserta dituntut mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari keterampilan kepramukaan, kemandirian, kedisiplinan hingga kepemimpinan.
KPMP 2026 mengusung tema “Kemah Madrasah: Mencintai Alam, Menumbuhkan Karakter Madrasah, Menguatkan Persaudaraan.”
Tema tersebut menjadi pesan kuat bahwa pendidikan di madrasah tidak berhenti di ruang kelas. Karakter, kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan bekerja sama juga ditempa melalui pengalaman langsung di alam terbuka.
KAK ATO DIPERCAYA JADI DEWAN JURI
Kontribusi Maros dalam KPMP 2026 semakin terlihat dengan dipercayanya Andalan Cabang Kabupaten Maros, Kak Ato, sebagai Dewan Juri dalam rangkaian kegiatan.
Kepercayaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi kontingen Maros. Selain mengirimkan peserta, unsur kepramukaan Maros juga ikut mengambil bagian dalam memastikan pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi berjalan sesuai ketentuan.
Kehadiran Kak Ato sebagai Dewan Juri sekaligus menunjukkan bahwa pembina dan unsur kepramukaan Maros memiliki peran dalam kegiatan Pramuka madrasah di tingkat Sulawesi Selatan.
Bagi kontingen Maros, KPMP 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama empat hari di bumi perkemahan.
Pengalaman, wawasan dan jejaring persaudaraan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan di masing-masing madrasah.
Sebab, di balik tenda dan aktivitas perkemahan, terdapat tujuan yang lebih besar: membentuk generasi madrasah yang mandiri, berkarakter, peduli terhadap alam dan kuat dalam persaudaraan.
KPMP Sulsel 2026 pun menjadi panggung bagi Pramuka madrasah untuk membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh kuat ketika peserta didik diberi ruang untuk belajar, berproses dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.







